Menikah Dgn Mualaf

Tanya :  Ass warrahmatullahiwabarakatuh

Pak Ustaz,

Saya menjalin hub dengan seorang warga negara asing, dari pertama kami berhubungan dia sudah menyatakan bahwa dia yakin dan serius dengan hubungan ini dan hendak menikahi saya dan bersedia masuk islam untuk dapat menikahi saya.

Saya juga yakin untuk melanjutkan hub kami ke jenjang pernikahan, melihat niat baik dia, namun yang membuat saya masih ragu adalah dia tidak pernah memeluk agama sebelumnya karena dia tidak percaya akan Tuhan.

Saya sudah memberi pengertian kepada dia bahwa saya tidak berharap dia masuk islam hanya karena semata untuk bisa menikah dengan saya, saya berharap dia masuk islam karena dia memang ingin menjadi seorang muslim dan akan berusaha menjalankan ajaran2 islam bersama-sama dengan saya nantinya dalam rumah tangga kita.

Dia pernah bertanya kepada saya apakah bisa dia masuk islam dan menjadi orang yang baik sesuai ajaran islam, tetapi dia tetap tidak percaya tuhan. Dalam pengertian saya disini tentu saja dia tidak akan menjalankan perintah اللّهُ seperti shalat,puasa, dll. 

Atas saran dari saya dia setuju untuk belajar tentang islam terlebih dahulu, karena dia mau melakukan apa saja untuk bisa menikahi saya. 

 

Tugas saya sekarang adalah mencarikan dia guru agama islam yang cocok untuk dia belajar, guru tersebut harus seseorang yang bisa membuka dan mengajarkan tentang islam kepada dia bukan hanya berdasarkan teori tetapi fakta dan rasional, karena selama ini dia hanya percaya kepada hal-hal yg rasional/science. Seperti contoh kecil, dia bertanya kepada saya kenapa tidak boleh makan babi, karena yang dia tau sekarang banyak babi yang sudah tidak lagi mengandung banyak penyakit. Hal-hal seperti itulah yang harus dijelaskan dengan baik ke dia dengan fakta yang dapat diterima.

 

Mohon petunjuk dari Ustaz:

Yang pertama saya bingung dan ragu, apakah saya boleh menikah dengan orang yang mau masuk islam hanya karena ingin menikahi saya. 

Yang kedua, dimana saya bisa mencari guru yang tepat buat dia belajar tentang agama, dan karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa indonesiaa dengan lancar, guru tersebut harus bisa berkomunikasi bahasa inggris.

Yang ketiga, apakah menurut ustaz jika dia sudah bisa percaya akan adanya tuhan, apakah dia bisa terbuka mata hatinya dan mendapatkan hidayah untuk bisa menjadi muslim sejati?mungkin tidak dengan begitu saja tetapi dengan proses pembelajaran dalam rumah tangga kita nanti.

 

Terima kasih, saya berharap bisa mendapatkan response yang positif dari Pak Ustaz.

Waalaikum salam warrahmatulahiwabarakatu. AYU

Jawab :
Wa’alaikumussalam wr.wb.
 Pertama, salah satu syarat bagi wanita Islam (muslimat) untuk menikah adalah calonnya beraqidah Islam dan bukan mau masuk Islam. Artinya jika hal tersebut dilakukan sebelum masuk Islam maka hal ini haram, sekalipun ada kalimat mau masuk Islam.
Tentu dalam hal ini ukhti harus berhati-hati jangan sampai keinginan itu hanya sebatas karena ingin mendapatkan ukhti saja. Dan hal ini sudah banyak terjadi yang pada akhirnya setelah mendapatkannya dia keluar lagi.Apalagi ia katanya tidak percaya kepada pencipta (Alloh). 

Kedua, untuk mencarikan guru khusus coba hubungi ke lembaga/ormas yang disitu dipersiapkan guru-guru dan mubaligh yang ukhti harapkan. Ketiga, masalah hidayah tidak bisa dipaksakan. Sekalipun ia percaya akan adanya Tuhan, belum tentu ia rela untuk masuk Islam. Banyak orang yang belajar Islam tapi malah jauh dari Islam.
Hal ini tergantung dari hidayah Allah semata. Kita hanya ikhtiar untuk menyadarkannya. Jika tidak bisa sadar, maka jangan memaksakan diri untuk tetap bersamanya hala ini merypakan ketentuan syariat. Allohu A’lam

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply